Pemakaian dan Efek Samping Produk Grafadon Paracetamol 500mg

Banyak produk pereda nyeri di pasaran yang beredar, salah satunya Grafadon paracetamol 500mg. Paracetamol sendiri merupakan antipiretik dan analgesik yang cukup populer di masyarakat guna meredakan demam, sakit kepala dan nyeri ringan lainnya. Menjadi salah satu jenis obat, paracetamol memiliki dosis standar sehingga membuat konsumen tidak akan mengalami overdosis. Jika dibandingkan dengan ibuprofen dan aspirin, paracetamol tak dilengkapi dengan sifat antiradang. Penggunaan paracetamol dalam dosis normal, paracetamol tidak akan mengiritasi permukaan lambung, ginjal dan terjadinya penggumpalan darah.

Grafadon merupakan salah satu merk obat buatan Graha Farma yang mengandung paracetamol. Tidak hanya dalam bentuk kaplet, pereda nyeri ini juga tersedia dalam bentuk sirup dan drop. Kandungan paracetamol yang berada di dalamnya membuat Grafadon dapat dimanfaatkan untuk meredakan demam, sakit gigi, sakit kepala dan nyeri ringan. Untuk mengetahui lebih jelas akan sediaan produk Grafadon, simak penjelasannya di bawah ini:

  1. Syrup

Termasuk golongan obat bebas dengan kandungan paracetamol 160 mg setiap 5 ml. Kemasan botol sebanyak 60 ml dan terapi untuk antipiretik analgetik.

  • Drop

Golongan obat bebas dan berfungsi sebagai antipiretik dan analgetik. Kemasan botol sebanyak 15 ml. Di dalam botol mengandung paracetamol 60 mg setiap 0,6 ml.

  • Kaplet

Kemasan strip dimana setiap stripnya berisi 10 kaplet. Setiap kaplet mengandung paracetamol sebesar 500 mg dan merupakan golongan obat bebas.

Grafadon dengan kandungan paracetamol sebesar 500 mg dapat digunakan untuk anak berusia 6 tahun hingga dewasa. Anak usia 6 hingga 12 tahun dapat mengkonsumsi paracetamol sebanyak ½ hingga 1 tablet. Obat diminum 3 hingga 4 kali dalam sehari. Grafadon sirup dapat dikonsumsi oleh anak berusia kurang dari 12 tahun. Anak usia 1 hingga 2 tahun dapat mengkonsumsi sirup 3 kali sehari sebanyak 5 ml. Anak usia 6 hingga 9 tahun mengkonsumsi sirup sebanyak 10 hingga 15 ml. Sirup diminum 3 hingga 4 kali dalam sehari. Sedangkan anak usia 9 hingga 12 tahun, mereka dapat mengkonsumsi sirup sebanyak 15 ml hingga 20 ml. Sirup dikonsumsi 3-4 kali dalam sehari. Bagi anak yang berusia kurang dari 1 tahun, Grafadon drop menjadi pilihan obat yang tepat. Setiap kali pemberian, anak dapat diberikan paracetamol sebanyak 0,6 ml.

Sama halnya dengan jenis obat lainnya, Grafadon yang mengandung paracetamol dapat menyebabkan efek samping bagi sebagian orang. Meskipun begitu, tidak semua orang menderita efek samping yang sama. Untuk mengetahui beberapa efek samping dari Grafadon, simak ulasannya di bawah ini:

  • Jarang, takikardia dan hipotensi
  • Gangguan pada sistem saraf seperti sakit kepala
  • Gangguan pencernaan seperti muntah, sembelit dan mual
  • Gangguan pada kulit dan jaringan seperti pruritus, pembilasan dan eritema
  • Gangguan kejiwaan seperti insomnia

Bagi mereka yang mengkonsumsi obat secara berlebih, mereka dapat mengalami overdosis. Mereka yang mengalami overdosis paracetamol memiliki gejala merasakan rasa mual, wajah pucat, muntah, kelainan metabolisme glukosa dan nyeri pada perut. Paracetamol yang telah dikonsumsi selama 12 hingga 48 jam muncul gejala kerusakan pada hati sehingga menyebabkan kadar gula darah yang rendah, pankreatitis, pendarahan dan gangguan pada irama jantung. Bagi penderita gangguan hati yang berat dan hipersensitivitas, mereka tidak dianjurkan oleh mengkonsumsi paracetamol.  Penyerapan paracetamol dapat meningkat jika dikonsumsi bersamaan dengan domperidone dan metocloperamide. Penyerapan akan menurun ketika paracetamol dibarengi dengan colestyramine.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *